Pilkades Harus Bebas Intervensi

Gong pesta demokrasi di tingkat Desa sudah ditabuh, hingga diharapkan tidak ada pihak tertentu yang mengintervensi pelaksanaannya. Pasalnya, iklim Politik di 16 Desa menjelang pelaksanaan Pilkades ini sudah mulai memanas. Seperti yang diamati salah seorang politis Bertong, sejauh ini menurutnya, dari beberapa calon kepala desa, ditengarai ada yang berani menyuarakan diri mendapat dukungan dari penguasa. Baginya, Jika ini dibiarkan berlarut, maka akan jadi preseden buruk, pemerintah ikut ‘bermain’ mendukung salah satu calon. Padahal, Pemerintah harusnya peka membaca setiap moment yang terjadi di tengah masyarakat. Semakin larut dibiarkan indikasi itu, maka terkesan di mata publik ada calon kepala desa yang ‘dianak tirikan’ dan ada yang ‘dianak emaskan’. Ini tidak boleh terjadi. Tidak elok rasanya, jika penguasa disebut-sebut berada di belakang salah satu calon. Walau hampir tak bisa dipungkiri, dari pihak politisi juga kadang bermain dalam proses tersebut untuk kepentingan politik 2019 mendatang. Dalam perspektif demokrasi, itu sah-sah saja, tetapi terlampau menukik dan dominan, dikhawatirkan akan dapat menimbulkan konflik di tingkat desa. Apapun itu, kohesifitas desa yang relatif stabil saat ini, mesti harus tetap terjaga. Tapi kalau kemudian dipecah-pecah dengan segala macam dukung mendukung tentu akan dapat menimbulkan konflik. Tak pelak, partai politik pun bakal memanfaatkan momentum ini untuk memburu figur bagi kepentingan politik 2019 mendatang. Sehingga desa pun tak luput jadi incaran. Mari Sukseskan Pilkades Serentak di bumi Pariri Lema Bariri. **

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Firin: Silahkan Dimanfaatkan, Jangan Dijual Taliwang, KOBAR - Dalam rangka mensukseskan program swasembada pangan, Bupati Sumbawa…