Wakil Bupati: Hati-hati Kelola Uang Desa!

Taliwang, KOBAR – Besarnya anggaran yang dikelola oleh pemerintah desa, mendapat sorotan dari berbagai pihak termasuk Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST. Dirinya meminta kepala desa dalam pengelola anggaran Desa untuk dapat berhati-hati serta tidak gebabah dalam menentukan arah anggaran dan menyajikan pelaporannya.

“Jangan sampai sepeser rupiah pun luput dari data pembukuan keuangan. Sebab, pembukuan keuangan dipantau ketat oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jika luput, akan menjadi temuan dan tidak menutup kemungkinan akan diproses hukum,” katanya, saat diwawancarai, usai membuka acara Sosialisasi Sistem Informasi Keuangan Pemerintah Desa yang digelar di Aula Lantai 3 Setda, yang diselenggarakan oleh DPPKD KSB bekerjasama dengan BPKP Regional Mataram, Selasa (6/9) kemarin.

Ia mencontohkan, ada satu kasus Kepala Desa di KSB, yang sempat dipanggil oleh penegak hukum karena ada temuan yang menyimpang dari pengelolaan anggaran desa. Kasus tersebut harus menjadi pelajaran bagi seluruh kepala desa agar tidak terulang lagi. Untuk itu, lanjutnya, melalui agenda bintek Aplikasi Siskeudes itu, para peserta terutama perwakilan masing-masing pemerintah Desa untuk aktif dan tetap bertanya.

“Jangan asal paham saja tanpa mengetahui pola pembukuan yang benar sesuai tuntunan aplikasi Siskeudes, sebab itu menjadi acuan. Untuk itu, bertanya dan bertanya sebanyak-banyaknya. Jangan malu bertanya, karena untuk kebenaran. Percuma, berlagak pintar dan paham tentang pembukuan, tapi implementasinya kemudian tidak dipahami. Ini sangat memprihatinkan,” tukasnya.

Di hadapan para tamu undangan dan aparatur desa, Wabup juga menyatakan agar pemerintah desa berhati-hati dalam pengelolaan anggaran. Apalagi, semua desa akan mengelola anggaran sebesar Rp 1,8 miliar yang bersumberkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Pengelolaannya harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, partisipatif, serta dilakukan dengan tertib dan displin anggaran.

“Hanya empat bulan dana tersebut akan dikelola. Melalui bintek ini, pengelolaan anggarannya diharapkan tepat sasaran terlebih tidak ada ada kesalahan,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk, Yudi Kurniawan, mengatakan, agenda bintek aplikasi Siskeudes ini sangat membantu terutama bagi bendahara desa dalam hal pembukuan dan pelaporan keuangan. Termasuk dalam menentukan arah anggarannya.

“Kegiatan ini sangat bermakna bagi kami dalam menyajikan laporan detail keuangan. Apalagi angggaran yang akan dikelola cukup besar sehingga menuntut kami untuk berhati-hati dalam penggunaannya,” tandasnya. (ktas/kjon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
“27.235 KK Bakal Disubsidi LPG 3 Kg” Taliwang, KOBAR - Konversi minyak tanah (Mitan) ke Gas…