Pernikahan Dini Jadi Tren di KSB

Tren nikah dini kini tengah menjangkiti remaja di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), bahkan kuantitasnya semakin naik secara statistik. Kantor Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (KP3AKB) setempat, mencatat, sejak Januari hingga Juni tahun 2016, Pendewasaan Usia Pernikahan (PUP) telah terjadi kepada 59 orang perempuan dan 24 orang pria kisaran umur dari 15-19 tahun. Terbanyak terjadi di Kecamatan Taliwang, dengan jumlah 32 orang perempuan dan 14 orang pria. Disusul Kecamatan Brang Rea dengan 8 orang perempuan dan 1 orang pria. Sementara urutan ketiga ditempati oleh Kecamatan Seteluk dengan 7 orang perempuan dan 2 orang pria. Rata-rata penyebabnya akibat faktor pergaulan bebas dan faktor pendidikan. Padahal menikah pada usia dini berdampak kepada masalah kesehatan reproduksi, karena semakin muda umur menikah semakin panjang rentang waktu untuk bereproduksi. Dalam UU Perlindungan Anak dengan jelas disebutkan pula mengenai kewajiban orangtua dan masyarakat untuk melindungi anak, serta kewajiban orangtua untuk mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak (pasal 26). Sanksi pidana berupa hukuman kurung penjara dan denda diatur dalam pasal 77-90 bila didapatkan pelanggaran terhadap pasal-pasal perlindungan anak. **

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andi Hermawan SIK, menegaskan, akan menindak tegas jajarannya jika…