Nasionalisme Toko Modern Dipertanyakan

Selama sepekan terakhir, sepanjang jalan dan rumah penduduk, kantor instansi pemerintah, hingga perbankan, tampak disemarakkan atribut dan aksesoris berwarna merah putih, dalam rangka memeriahkan perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71. Sayangnya, semangat dan rasa nasionalisme itu tidak tampak pada pelaku bisnis waralaba di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Buktinya, Toko Modern seperti, Alfamart, Indomaret dan restoran Quick Chicken justru nyaris tanpa nuansa dan atribut merah putih. Tak ayal, menjadi sorotan sejumlah warga, hingga menuding rasa nasionalisme toko modern tersebut patut dipertanyakan. Yang paling fatal, sebuah gerai milik Alfamart, secara sembrono, mengikat bendera merah putih di tiang listrik persis di depan toko tersebut. Padahal menghormati dan menghargai Bendera Merah Putih sebagai bendera negara adalah wujud dari tanggung jawab masyarakat sebagai warga negara yang baik.  Apalagi UU Nomor 24 Tahun 2009 pasal 7 ayat  3 menegaskan, bendera negara wajib dikibarkan pada setiap hari kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum dan transportasi pribadi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Bukankah UU itu sudah jelas mengatur, lantas kenapa juga mereka tidak mematuhi. Atau jangan-jangan waralaba ini memang benar-benar milik asing. **

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
KESEHATAN KELUARGA Oleh: dr. Bagas Dyakso Darmojo (Dokter di RSUD Asy-Syifa’ KSB) Komplikasi hipertensi (tekanan…