Shalat Berjamaah Jadi Indikator Penilaian Mutasi di KSB

Fud: Perbaiki Diri, Selagi Masih Ada Waktu

Taliwang, KOBAR – Rencana mutasi di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dikabarkan akan terjadi dalam waktu dekat ini. Sejak wacana tersebut berhembus, sejumlah pejabat mulai ketar ketir. Apalagi dalam pelaksanaan mutasi, profesionalitas bukanlah menjadi indikator mutlak penilaian pimpinan daerah, tetapi shalat berjamaah di masjid justru menjadi indikator utama.

“Kita akan gelar mutasi besar-besaran pada Januari 2017 mendatang. Sedangkan mutasi yang rencananya digelar pada Agustus ini, sifatnya hanya mengisi jabatan yang selama ini dijabat oleh Plt,” ungkap Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST,  belum lama ini.

Menurut Fud, masih ada waktu bagi pejabat untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kedisiplinannya terutama melaksanakan shalat dzuhur dan Ashar berjamaah di Masjid Agung Darussalam. Pasalnya, shalat menjadi salah satu indikator penilaian bagi ASN yang akan dimutasi.

“17 Agustus mendatang, usia kepemimpinan kami genap enam bulan. Mutasi baru bisa dilakukan setelah enam bulan. Jadi, setelah tanggal 17 Agustus mendatang, kita sudah boleh melakukan mutasi,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini, para pejabat yang telah diwacanakan masuk gerbong mutasi masih bisa menarik nafas lega. Di waktu tenggang ini, diharapkan bisa meningkatkan kedisiplinan, integritas, loyalitas, dan profesionalitas kinerja. Jika tidak dipenuhi, maka dipastikan akan tergilas oleh pejabat lainnya yang memiliki kategori itu.

“Kita butuh pegawai yang bertipe seperti itu untuk mengejar ketertinggalan dengan berbagai loncatan kebijakan yang dikeluarkan nanti,” bebernya.

Ia kembali mengingatkan, bagi pejabat yang ingin bertahan pada jabatannya, agar dapat bekerja maksimal. Jika tidak, jangan harap jabatan tersebut dapat dipegangnya kembali.

“Ini sebagai peringatan saja karena kita ingin bekerja seoptimal mungkin,” tandasnya. (kjon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
KPID NTB: Publik Jangan Mau Hanya Dijadikan Objek Taliwang, KOBAR - Menyikapi pengaruh media televisi dan…