Malapetaka Akibat Komplikasi Diabetes Melitus

KESEHATAN KELUARGA


dokter bagas

Oleh: dr. Bagas Dyakso Darmojo
(Dokter di RSUD Asy-Syifa’ KSB)


Diabetes mellitus (DM) saat ini diklaim sebagai salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia. Jumlah penduduk dunia dengan diabetes diperkirakan sebanyak 415 juta orang pada tahun 2015, Indonesia sendiri menyumbang 10 juta orang diantaranya. Para pakar memprediksi lonjakan penderita diabetes mencapai 642 juta pada tahun 2040.

Orang dengan diabetes berpotensi mengalami komplikasi kecacatan dan masalah kesehatan yang mengancam jiwa dibanding orang tanpa diabetes. Komplikasi yang paling sering dialami adalah terhadap jantung, mata, ginjal,serta saraf tepi.

Gangguan fungsi jantung

Gangguan fungsi jantung yang terjadi, akibat tingginya kadar gula dalam darah. Pada pasien DM, resiko payah jantung meningkat 4 sampai 8 kali. Peningkatan resiko ini tidak hanya disebabkan karena penyempitan pembuluh darah jantung, namun juga mempengaruhi otot jantung secara independen. Penyempitan pembuluh darah yang terjadi tentu saja akan berdampak pada kinerja jantung sebagai pemompa darah. Hal ini mengingat dengan adanya penyempitan pembuluh darah yang terjadi maka jantung akan kekurangan suplai oksigen dan nutrisi penting yang diperlukan guna menjaga fungsinya.

Gangguan fungsi ginjal

Pada pasien DM dimana kadar gula darahnya meningkat drastis, terjadi hiperfiltrasi (penyaringan berlebihan) dari ginjal. Dengan masuknya gula ke dalam ginjal secara terus menerus maka akibatnya akan dapat merusak ginjal. Jika sudah demikian biasanya dokter akan menyarankan cuci darah (Hemodialisis) secara rutin guna menggantikan tugas ginjal.

Gangguan penglihatan

Tingginya kadar gula darah nantinya tidak hanya akan mempengaruhi kerja pembuluh darah melainkan juga dapat mempengaruhi saraf. Jika keduanya terjadi maka akibatnya akan sangat fatal bagi pasien. Umummnya gangguan penglihatan yang terjadi hanya sebatas penglihatan yang berkurang sehingga pasien akan cenderung untuk terus berganti kacamata. Ketika gejala ini muncul sebaiknya segera lakukan pemeriksaan mata secara mendala. Hai ini guna mencegah terjadinya kerusakan pada mata yang lebih parah sehingga resiko kebutaan dapat dihindari.

Gangguan saraf tepi

Gula darah yang tinggi berkepanjangan mengakibatkan rusaknya sel saraf,. Hal ini mengakibatkan kehilangan sensibilitas (mati rasa)  saraf tepi dan tidak menyadari munculnya trauma. Trauma mekanik menimbulkan luka pada kaki, tangan atau bagian tubuh lainnya yang infektif. ***

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
“Calon Kades Tidak Dipungut Biaya” Taliwang, KOBAR - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten…