Predikat WTP Diraih KSB Berikut Catatan Khusus BPK

Bupati: Jangan Bereuforia Berlebihan

Taliwang, KOBAR – Untuk kedua kalinya secara berturut-turut Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam hasil audit laporan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Penghargaan ini diberikan langsung BPK RI Perwakilan NTB, Selasa (31/5), di Mataram. 

Bupati Sumbawa Barat, Dr Ir H W Musyafirin MM, mengatakan, predikat WTP diraih Kabupaten Sumbawa Barat untuk kedua kalinya yakni tahun 2014 dan 2015. Hal ini berdasarkan hasil opini tim penilai dari BPK RI Perwakilan NTB dimana penyusunan keuangan Kabupaten Sumbawa Barat sudah berjalan baik.

“Memang berat untuk mempertahankan WTP ini. Apalagi kita harus terus berbenah sehingga sistem keuangan di Sumbawa Barat berjalan baik sesuai aturan,” kata Bupati.

Menurutnya, untuk ke depan pihaknya diberi beberapa tantangan agar laporan keuangan terus bertambah baik. Begitu juga dengan sektor lainnya yang harus juga seimbang. Jadi, dengan diraihnya predikat WTP ini lagi, mewajibkan kepada seluruh jajaran pemerintahan untuk terus melakukan pembenahan secara terus-menerus.

“Jadi, saya minta kepada jajaran pemerintah janganlah terlalu larut dalam euforia berlebihan usai menerima raihan ini. Sikapi dengan biasa-biasa saja karena masih terdapat beberapa catatan-catatan yang harus diselesaikan,” ungkapnya.

Catatan-catatan itu lanjut Bupati masih mengenai persoalan aset. Pengelolaan aset belum tertib tetapi masih dalam batas toleransi.

“Persolan aset memang masih menjadi catatan. Dan ini akan kita perbaiki agar lebih tertib,” cetusnya.

Predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK tersebut dapat dijadikan indikator terkait akuntabilitas dan transparansi pengelolaan serta pertanggungjawaban keuangan negara.

Bupati mengatakan, raihan WTP bukan perkara mudah. Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan BPK RI Perwakilan NTB untuk mendapatkan masukan atau bimbingan untuk melengkapi bagian yang menjadi catatan-catatan tadi.

“Penilaian untuk mendapatkan predikat WTP itukan dilihat dari penyajian, kecukupan informasi dan kepatutan terhadap regulasi. Apa yang menjadi standar pemeriksaan ini kedepan harus dipenuhi semua,” tandasnya.

Bupati kembali menegaskan, keberhasilan meraih predikat WTP ini jangan sampai membuat jajaran pemerintahan larut dalam euforia berlebihan, sehingga lalai pada masa-masa mendatang.

“Kita mesti menyadari pencapaian WTP ini bukan tidak ada lagi kelemahan-kelemahan dalam pengelolaan keuangan daerah. Untuk itu, kita perlu secara bersama terus-menerus menyempurnakan dan memperbaiki  pengelolaan keuangan kita. Apalagi raihan WTP ini memang kewajiban untuk mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel,” demikian Bupati. (ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Ketua Tim: Pemilihan Sasaran Bersih dari Unsur Politis dan Bebas KKN Brang Ene, KOBAR - Kinerja…