Kuota Mitan Untuk KSB Bertambah 3.984 KL per Tahun

“Jatah Mitan KSB Dipisah dengan KS”

Taliwang, KOBAR – PT Pertamina Depo Badas Sumbawa Besar dipastikan siap memberikan sisa jatah minyak tanah (Mitan) milik Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang belum diterima selama 3 bulan berturut-turut. Kepastian tersebut diperoleh setelah pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM setempat, datang menemui pihak perusahaan meminta klarifikasi terhadap sisa Mitan yang belum didistribusikan. Menyusul terbitnya Surat Keputusan BPH Migas pada bulan Februari, tentang penambahan kuota mitan untuk Sumbawa Barat, dan pemisahan jatah mitan KSB dengan Kabupaten Sumbawa (KS).

Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM, Ir Lalu Muhammad Azhar, membenarkan, belum lama ini pihaknya telah melakukan pertemuan dengan managemen PT Pertamina Depo Badas. Pertemuan itu untuk menindaklanjuti  belum didistribusikannya sisa Mitan milik KSB yang disesuaikan dengan Surat Keputusan (SK) BPH Migas Nomor 02/P3JBT/BPH-Migas/KOM/2016 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Kuota Volume Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu per Provinsi/Kabupaten/Kota oleh PT Pertamina (Persero), tahun 2016.

“Ya, dalam pertemuan itu pihak perusahaan menyatakan kesiapannya untuk mendistribusikan sisa Mitan milik KSB yang disesuaikan dengan SK terbaru yang diterbitkan BPH Migas,” katanya.

Menurutnya, klarifikasi yang dilakukan terhadap PT Pertamina Depo Badas karena SK tersebut pemberlakuannya ditetapkan bulan Februari 2016 lalu, sementara pihaknya baru menerimanya  pada tanggal 23 Mei. Artinya, jika disesuaikan dengan waktu pemberlakuan SK, kuota Mitan KSB selama bulan Maret, April dan Mei tidak seluruhnya diberikan.

“Hal itu juga yang menjadi alasan kita mengkonfirmasi pihak perusahaan. Karena berdasarkan SK itu, ada jatah Mitan KSB yang tidak distribusikan secara menyeluruh selama tiga bulan berturut-turut. Jika dihitung, kekurangan pendistribusiannya kurang lebih mencapai 28 KL,” terangnya.

Dalam SK itu disebutkan juga jatah Mitan KSB tidak lagi digabung dengan jatah Mitan Kabupaten Sumbawa.  Selain itu, menetapkan kuota Mitan KSB mengalami peningkatan sebesar 3.984 KL per tahun atau 332 KL per bulan, atau mengalami penambahan jatah sebesar 1.340 KL per tahun atau 112 KL per bulan.

Hanya saja kata Azhar, meski klarifikasi sudah dilakukan, pihak perusahaan baru dapat mendistribusikan sisa Mitan tersebut setelah pemerintah menetapkan distributor resmi di Sumbawa Barat.

“Itu syarat yang ditetapkan untuk mendapatkannya. Pemerintah sendiri sudah menunjuk siapa distributor itu dan saat ini tengah mengurus perijinannya ke BPH Migas,” bebernya, tanpa mau menyebut nama distributor dimaksud.

“Penunjukan perusahaan tersebut menjadi distributor adalah kewenangan pimpinan daerah. Untuk menjadi distributor memiliki persyaratan yang cukup berat, yaitu tersedianya sarana dan prasarana, salah satunya mobil tangki, memiliki lahan tempat penyimpanan BBM dan juga modal. Tak terkecuali sejumlah ijin seperti  IUP dan TDP,” tandasnya. (ktas/kjon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
“25 Anggota DPRD Akan Miliki Ruangan Sendiri” Taliwang, KOBAR - Gedung DPRD Sumbawa Barat yang berdiri…