Komisi III Akan Panggil DPU Soal Proyek Air Bersih Rarak Ronges

Dinata: Semua Pihak Terkait Akan Dimintai Keterangan

Taliwang, KOBAR – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbawa Barat mengapresiasi  langkah Kepala Desa Rarak Ronges Kecamatan Brang Rea, yang sebelumnya telah menyampaikan keluhannya atas tidak berfungsinya jaringan air bersih hasil proyek Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) di Desanya. Karena itu keluhan masyarakat tersebut akan segera ditindak lanjuti, dan mayoritas anggota komisi ini sepakat untuk memanggil semua pihak terkait.

“Jika benar demikian, kami secara kelembagaan tentu menyayangkan kinerja instansi terkait yang kurang bertanggung jawab terhadap program pembangunan fasilitas umum tersebut. Semestinya program pembangunan itu harus bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar, sesuai peruntukannya,” kata Ketua Komisi III DPRD Sumbawa Barat, Dinata Putrawan ST.

Terhadap hal itu, Dinata menegaskan, bahwa dalam waktu dekat ini, pihaknya akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum (DPU) selaku pihak yang bertanggungjawab atas pengerjaan proyek tersebut. Pemangilan itu, untuk mengetahui secara detail masalah dan kendala yang terjadi di lapangan.

“Kita ingin mengklarifikasi kendalanya apa, karena biar bagaimanapun juga proyek air bersih tersebut harus sudah bisa dimanfaatkan masyarakat setempat,” timpalnya.

Meski mengaku proyek fasilitas air bersih tersebut memang pernah dianggarkan melalui APBD, namun politisi kawakan dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini belum bisa memastikan besaran anggaran dan tahun pengerjaan proyek tersebut.

“Kita akan mengetahui kepastiannya setelah duduk bersama dengan instansi terkait,” kelitnya.

Menurut Dinata, pemanggilan terhadap Dinas terkait tidak hanya sebatas mengklarifikasi persoalan proyek fasilitas air bersih di Desa Rarak Ronges, tetapi juga akan membicarakan pengerjaan proyek air bersih di Desa tersebut melalui  program non pemerintah. Termasuk  membicarakan formulasi slot anggaran APBD yang dimungkinkan bisa dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Desa Rarak Ronges.

“Kita juga akan mengecek Rencana Induk Sistem Pengembangan Air Minum (RISPAM). Ini penting untuk lebih mengetahui sudah sejauhmana dokumen itu mengatur pengembangan dan pembangunan infrastruktur air bersih,” jelasnya.

Penyediaan air bersih, menurutnya, merupakan kebutuhan dasar dan hak sosial ekonomi masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Karena itu, ketersediaannya menjadi salah satu penentu dalam peningkatan kesehatan, kesejahteraan, dan produktivitas masyarakat di bidang ekonomi.

“Untuk mengatasi hal itu, dibutuhkan konsep dasar yang kuat guna menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Rencana Induk SPAM merupakan jawaban bagi pengembangan SPAM daerah karena keberadaannya mendasari penyusunan sejumlah program pengembangan SPAM di daerah secara berkelanjutan, termasuk membangun jaringan distribusinya,” beber Dinata.

Sebelumnya, Kepala Desa Rarak Ronges Kecamatan Brang Rea, Ruslan, menyampaikan jika  proyek pembangunan jaringan air bersih di Desa Rarak Ronges pasca dikerjakan tahun 2010 silam, sampai saat ini belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. Padahal, proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) tersebut dalam pembangunannya diperkirakan telah menelan anggaran hingga miliaran rupiah.

“Ya, kalau saya mengamatinya, proyek itu boleh dibilang gagal. Kalau memang sudah rampung dikerjakan, lalu kenapa airnya tak kunjung mengalir?,’’ keluhnya.

Lokasi proyek air bersih tersebut berada sekitar 100 meter dari pemukiman penduduk. Letak pembangunannya pun didukung ketersedian air dari sumber mata air yang cukup memadai. Namun, karena pengerjaannya yang ditengarai asal-asalan dan faktor kurangnya pengawasan dari dinas tehnis, secara kualitas proyek tersebut tidak memenuhi standar bahkan tidak memberikan manfaat apapun bagi masyarakat.

“Seharusnya masyarakat Rarak Ronges tidak kesulitan mendapat air bersih, jika dinas terkait benar-benar serius melakukan pengawasan pada saat pengerjaan proyek itu dulu,” sesalnya.

Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar seluruh masyarakat yang harus dipenuhi Pemerintah. Mengingat sepanjang tahun, baik ketika musim penghujan maupun musim kemarau, masyarakat desa Rarak Ronges, kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ini kata Ruslan, telah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu namun tidak ada tindak lanjut dari pemerintah.

“Proyek fasilitas air bersih itu memang telah dibangun,  tapi airnya tidak pernah  mengalir sekalipun,” pungkasnya. (ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Proyek Pembangunan jaringan air bersih di Desa Rarak Ronges pasca dikerjakan tahun 2010 silam, hingga…