LGBT dan Praktek Amoral Sangat Terlarang di KSB

Fud: Peran Keluarga Harus Diperkuat

Taliwang, KOBAR – Pembentukan moral dan karakter masyarakat adalah upaya yang harus diperjuangkan semua pihak mulai dari komponen masyarakat paling kecil yaitu keluarga. Mengingat, perubahan sosial dalam masyarakat seluruhnya bersumber dari keluarga. Termasuk penyimpangan sosial yang banyak terjadi melanda kehidupan bangsa seperti pergaulan bebas, praktek Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) serta praktek amoral lainnya. Dengan berbagai keutamaan dan pentingnya keluarga, pemerintah mendorong masyarakat Sumbawa Barat untuk menjadikan keluarga sebagai pertahanan terbaik dalam menangkal perubahan sosial.

Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Fud Syaifuddin ST, menyatakan, pembangunan yang maju perlu didukung oleh Keluarga yang baik sebagai komponen yang paling kecil dalam kehidupan bermasyarakat. Karena, suatu negara akan kuat ketika keluarga didalamnya sudah tentram dan aman.

“Keluarga adalah wadah utama dan inti dalam pembangunan bangsa,” katanya.

Wabup melanjutkan, pembangunan karakter masyarakat melalui penguatan dan ketahanan keluarga adalah cara tebaik dalam menangkal perubahan sosial yang terus berubah. Mengingat, perkembangannya di tengah-tengah masyarakat, semakin tidak terbendung.

“Pencegahan perubahan sosial penting diikuti dengan Penguatan dan ketahanan internal keluarga,” imbuhnya.

Selain itu kata Wabup, arus informasi yang begitu cepat diakses dan terus terbuka adalah hal yang perlu diwaspadai. Dengan berbagai kemudahan yang bisa didapatkan, seluruh pihak harus berperan serta dalam memberikan pemahaman terutama generasi muda.

“Kita tidak takut dengan sistem informasi, tetapi penyalahgunaannya terhadap perkembangan pemuda harus kita waspadai,” terangnya.

Menurutnya, Pemerintah tentu memiliki cara sendiri dalam menangani hal-hal yang berkaitan dengan perbaikan karakter masyarakat. Dengan berbagai program dan kegiatan yang positif, pemerintah pusat hingga Kabupaten terus mendorong upaya pembentukan karakter dan moral yang baik. Tentunya, lanjut Wabup, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) harus secara aktif dan masif melakukannya.

“BKKBN mempunyai tanggung jawab penuh dalam memotori pembangunan keluarga yang baik,” terangnya.

Wabup mengingatkan, perubahan sosial dalam masyarakat seluruhnya bersumber dari keluarga. Termasuk penyimpangan sosial yang banyak terjadi melanda kehidupan bangsa seperti pergaulan bebas, praktek Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) serta praktek amoral lainnya. Jika hal tersebut dibiarkan, akan merusak moral dan karakter bangsa secara perlahan dan pasti.

“Ini tentu tidak bisa dibiarkan, karena praktek amoral seperti itu (pergaulan bebas dan praktek LGBT, red) tidak sesuai dengan nilai-nilai bangsa kita,” tukasnya.

Tidak hanya pihak tertentu yang berperan memperbaiki moral masyarakat, upaya nyata dari aparatur sipil negara (ASN) untuk mempertahankan keutuhan dan moral keluarga mutlak dilakukan.

“Sebagai pihak yang lebih mengerti, ASN dituntut untuk lebih memperhatikan keluarga dan masyarakat secara umum,” timpalnya.

Terkait Lomba Pemberdayaan dan Ketahanan Keluarga tingkat Provinsi NTB, Wabup sangat mengapresiasinya. Dengan bebagai keutamaan lomba yang menyentuh langsung kepada perbaikan kualitas keluarga, Wabup menginstruksikan seluruh jajaran Pemda KSB mendukung kegiatan tersebut.

“Kami sangat berkepentingan dengan kegiatan ini, karena menyangkut perbaikan nilai dan kualitas keluarga. Bagi seluruh instansi yang terlibat dalam kegiatan ini, kami menginginkan untuk memberikan informasi yang sebenar-benarnya,” demikian Wabup. (kans)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Madin: Jangan Mudah Terkecoh! Taliwang, KOBAR - Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda Olahraga (Dikbudpora) Sumbawa Barat mengingatkan…