Joki dan Kunci Jawaban Bodong Mengancam UN

Madin: Jangan Mudah Terkecoh!

Taliwang, KOBAR – Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda Olahraga (Dikbudpora) Sumbawa Barat mengingatkan kepada para siswa peserta UN untuk mewaspadai penyebaran kunci jawaban UN. Dengan kasus yang biasanya ditemui di tahun-tahun sebelumnya, pemerintah menekankan pihak sekolah lebih proaktif dalam menangkal penyebarluasannya.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Perguruan Tinggi (Dikmenti), Aku Nur Rahmadin SPd, menyatakan, peserta UN diminta untuk tidak mudah terkecoh dengan beredarnya kunci jawaban. Dirinya juga menekankan pentingya peran serta sekolah dalam mengawasi hal tersebut.

Menurut Madin, peserta UN harus percaya dengan kemampuan diri masing-masing dalam menyelesaikan soal UN. Dengan demikian, peserta UN akan lebih fokus dan hasil yang didapatkan optimal.

“Kami sudah ingatkan seluruh peserta UN untuk tidak terpengaruh dengan kunci jawaban yang beredar. Karena sudah jelas itu palsu,” katanya.

Madin menambahkan, peredaran dan penyebaran kunci jawaban palsu bisa melalui handphone dan internet serta media lain yang memungkinkan dilakukan penyebaran kunci jawaban. Sehingga dirinya mengharapkan peran serta orang tua dalam mengawasi aktivitas belajar siswa saat berada di rumah. Dirinya juga menyarankan agar fasilitas seperti gadget dan telepon pintar bisa dibatasi penggunaannya sebatas belajar dan pemantapan soal ujian.

“Kita tidak memungkiri dengan kemajuan zaman, namun perlu diingat batasan penggunaannya sebatas untuk belajar,” terangnya.

Dirinya juga menekankan agar para siswa percaya terhadap kemampuan sendiri dalam pelaksanaan UN. Selain itu, dia juga mengingatkan siswa untuk jujur dan tetap tenang dalam menjawab soal, tidak gegabah tetapi harus teliti.

“Hasil yang baik tentu saja sangat dibutuhkan. Untuk itu, siswa harus teliti dalam menjawab semua soal,” kata Madin.

Menurut Madin, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan langkah-langkah antisipatif jika dalam perjalanannya, ditemukan kunci jawaban bodong itu beredar. Namun, dirinya menegaskan, sejauh ini pihaknya belum menemukan beredarnya kunci jawaban terebut.

“Ya, kami tengah mengawasi jika ada peredarannya (kunci jawaban, red),” imbuhnya.

Madin melanjutkan, upaya menyukseskan pelaksanaan UN adalah tanggung jawab semua pihak. Mulai dari siswa sendiri, pemerintah, sekolah serta orang tua.

“Semua pihak punya peran masing-masing mengawasi tahapan pelaksanaan UN,” tukasnya.

Madin kembali menegaskan bahwa jika ada beredar kunci jawaban UN, maka siswa diminta tidak mempercayainya.

”Karena kali ini kami yakin bahwa antara kunci jawaban yang beredar dengan naskah soal itu tidak sama. Dan tidak benar. Makanya, siswa saya himbau untuk tidak percaya bocoran kunci jawaban itu,” tegasnya.

Ia menghimbau semua siswa peserta UN yang dimulai pada Senin (4/4), agar senantiasa percaya diri. Dengan persiapan yang sebelumnya telah dilakukan oleh masing-masing siswa.

“Yang penting yakin. Kerjakan dengan baik, dan hasilnya pasti baik,” imbuhnya.

Sebelumnnya, Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Dr Ir H W Musyafirin MM, mengapresiasi upaya dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) setempat dalam menyukseskan pelaksanaan Ujian Nasional (UN).

Menurut Bupati, UN tidak hanya sebagai wahana penilaian siswa, tapi juga sebagai wahana pengembangan kejujuran dan ujian mental para pelajar.

“Seperti dalam ujian nasional, selain prestasi, kejujuran menjadi nilai utama,” kata Bupati.

Bupati menegaskan, pentingnya semua pihak sebagai garis terdepan dalam upaya revolusi mental, untuk membentuk karakter bangsa yang berintegritas. Karena itu, semua pihak harus memastikan dunia pendidikan sebagai zona berintegritas, tanpa kebohongan dan kecurangan di dalamnya.

“Hal-hal itu tidak boleh ada, sehingga anak-anak akan terdorong untuk mengandalkan hasil belajar dan kerja kerasnya sendiri,” tandasnya.

Bupati kembali menegakan pentingnya mengutamakan kejujuran. Apalagi UN tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana salah satu perbedaan adalah hasil UN tidak lagi dipergunakan untuk menentukan kelulusan peserta didik. Namun, digunakan untuk pemetaan mutu program serta satuan pendidikan.

“Kami optimistis para siswa bisa mengerjakan soal-soal ujian tersebut dengan baik asalkan para siswa tersebut lebih mengedepankan faktor kejujuran selama mengerjakan soal ujian,” demikian Bupati. (kjon/ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Fahri Hamzah: MEA Bukan Ancaman, Tapi Tantangan Taliwang, KOBAR - Tahun 2016 merupakan tahun yang sangat…