Petir dan Air Bah Tewaskan Tiga Warga Brang Rea

Kapolsek: 4 Korban Petir, 1 Korban Air Bah

Brang Rea, KOBAR – Hanya dalam rentang waktu sehari, terjadi dua kali peristiwa nahas yang menyebabkan korban tewas akibat bencana alam di Desa Tepas Sepakat Kecamatan Brang Rea, pekan kemarin.

Peristiwa pertama, empat orang di desa itu menjadi korban sambaran petir di tengah sawah tepatnya di Lang Rea Desa Tepas Sepakat Kecamatan Brang Rea. Dua orang tewas di tempat kejadian perkara (TKP), sementara dua orang lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa’ Taliwang.

Korban tewas diketahui bocah perempuan bernama Rara Anjani (5) dan ibunya Hj Aisyah (39). Sedangkan korban luka bakar Hamdan (42) adalah ayah/suami korban tewas, serta Salumi (38) warga Desa setempat.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 02.00 Wita waktu setempat. Saat itu, warga yang kesehariannya berprofesi sebagai petani tersebut sedang memanen padi. Karena hujan deras tiba-tiba turun, mereka berteduh di sebuah gubuk yang berada di sekitar lahan persawahan.

Saat berteduh itulah tiba-tiba petir menyambar. Seluruh korban yang berada di gubug terkena sambaran petir. Akibat luka bakar yang cukup parah, Aisyah dan anaknya Rara Anjani tewas seketika. Sementara Hamdan dan Salumi mengalami luka bakar di sebagian tubuhnya.

Selain menewaskan korban, petir juga merusak bangunan gubug yang terbuat dari kayu dan mematahkan penyangga gubug berbahan bambu.

Selang beberapa jam kemudian tepatnya sekitar pukul 05.00 Wita, warga kembali dikejutkan dengan hilangnya seorang lelaki paruh baya, M Saleh, warga Dusun Pesanggrahan Desa Tepas Sepakat Kecamatan Brang Rea. Informasi yang diterima, M Saleh belakangan diketahui hilang terseret arus sungai Brang Bongkas saat akan menyelamatkan ternak Kuda miliknya yang dibawa arus.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kecamatan Brang Rea, Iptu Made Susila Artana, membenarkan perihal kejadian tersebut. Pihaknya menerima laporan bahwa kejadian warga tersambar petir terjadi sekitar pukul 02.00 Wita pada saat hujan mengguyur wilayah setempat. Sementara laporan warga hilang terseret arus diterima pihaknya sekitar pukul 05.00 Wita.

“Kita menerima laporannya dalam waktu yang berbeda-beda. Dalam peristiwa warga tersambar petir itu, dua orang warga tidak bisa tertolong sementara dua orang warga lainnya selamat,” jelasnya.

Terkait soal warga hilang terseret arus, pihaknya setelah menerima laporan, langsung bergerak cepat melakukan pencarian melibatkan masyarakat dan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Korban baru ditemukan pada keesokan harinya, Jum’at (25/3) sekitar pukul 10.00 Wita, di pinggiran sungai pertemuan antara sungai dan laut (Muara, Red) di Dusun Banjar Sari Kecamatan Taliwang.

“Korban ditemukan nelayan di Dusun Banjar Sari. Saat ditemukan kondisi korban terapung dan sudah tidak bernyawa lagi,” terangnya.

Atas peritiwa itu ia meminta agar masyarakat tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah, apalagi di tanah lapang saat hujan petir karena sangat berisiko. Jika cuaca buruk, masyarakat dihimbau bertahan dan menunggu cuaca kembali membaik.

“Petir datang tanpa diketahui dan menyambar benda apa saja. Apalagi jika hujan terjadi di siang hari, petir biasanya hadir dengan intensitas cukup tinggi,” pungkasnya. (ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Keberadaan pasar liar atau illegal di beberapa titik di Kota Taliwang Kabupaten Sumbawa…