BUMD Sakit Tak Akan Disuntik APBD Lagi

Taliwang, KOBAR – Sejumlah perusahaan dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumbawa Barat pada tahun anggaran 2016 ini tidak lagi diberikan suntikan modal. Lantaran setelah dilakukan evaluasi, BUMD maupun perusahaan mitra pemerintah tersebut dinilai selalu tekor alias tidak menunjukkan perkembangan dalam mengelola modal yang digelontorkan pemerintah.

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Pembangunan (APP) Setda Sumbawa Barat, Nurdin Rahman SE, menyatakan, selain tidak menunjukkan progres yang baik, pemerintah menghentikan penyertaan modal ke sejumlah BUMD karena faktor pemerintah  lebih membutuhkan anggaran yang cukup besar demi menunjang proses pembangunan sektor lain.

”Sudah tidak ada lagi toleransi, karena mereka tidak menunjukkan perkembangan apapun dalam pengelolaannya. Boleh dibilang keuntungan yang didapat pemerintah tidak ada,” tegasnya.

Menurutnya, BUMD dan perusahaan mitra pemerintah yang  pada tahun sebelumnya mendapat penyartaan modal diantaranya, Perusahaan Daerah (Perusda), PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Koperasi Pegawai Negeri Sipil Bintang Bano.

Hanya saja lanjut Nurdin, dari sejumlah BUMD dan perusahaan tadi, Perusda tercatat tidak menunjukan perkembangan apapun. Utamanya dari sisi keuntungan, sesuai besaran penyertaan modal yang diterima dari pemerintah, setiap akhir tahun tutup buku, selalu dilaporkan merugi.

“Kita tidak paham ada dengan Perusda ini?.  Terlebih, setiap akhir tahun pembukuan, perusahaan itu sama sekali belum  menunjukkan perkembangan neraca laba yang diterima daerah,” cetusnya.

Ia tidak menampik dari sejumlah Perusahaan yang menerima suntikan penyertaan modal tersebut, hanya Koperasi Pegawai Negeri Sipil Bintang Bano dan PD BPR yang menunjukkan progres sangat baik dalam mengelola penyertaan modal, dimana tahun buku 2015 lalu mampu meraup laba sebesar Rp 400 juta.

Meski demikian, Nurdin mengaku tidak bisa merinci saat ditanya mengenai besaran total penyertaan modal yang telah digelontorkan Pemerintah  ke sejumlah BUMD dan perusahaan mitra pemerintah itu. Begitu juga, soal target besaran laba yang diterima Pemerintah setiap akhir tahun tutup buku.

“Saya tidak bisa menghafal berapa pastinya, karena harus melihat dulu data pastinya,” tukasnya.

Saat ini pemerintah tetap akan melakukan pembinaan terhadap  Perusda maupun BUMD lainnya yang dinilai belum mampu mengelola penyertaan modal dengan baik. Apalagi ada catatan-catatan khusus yang disampaikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap BUMD tersebut. (ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Sejumlah perusahaan sub kontraktor PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) terancam akan melakukan pengurangan…