“Sedekah Lang” Moment Satukan Perbedaan

Bupati: Kami Bukanlah Pemimpin Kelompok Tertentu

Brang Ene, KOBAR – Memasuki era baru Pemerintahan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), pemerintah secara berkala mulai melakukan pembenahan di segala bidang. Pembenahan sosial merupakan perhatian utama yang terus disuarakan. Mengingat, tensi politik selama pilkada masih melekat di relung hati masyarakat KSB.

Dalam sambutannya di acara adat “Sedekah Lang” di Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, Minggu (28/02), bertempat di Masjid Nur Hidayah, Bupati menyampaikan seruan tentang pentingnya persatuan masyarakat untuk pembangunan daerah.

Bupati Sumbawa Barat, Dr Ir H W Musyafirin MM, menyatakan, kegiatan adat merupakan wadah yang tepat dalam mempererat silaturrahmi antara seluruh masyarakat. Dengan mengutamakan persepsi tentang persamaan derajat, Bupati mengingatkan agar masyarakat tetap mempertahankan adat istiadat yang dijalankan secara  terun temurun.

“Kami sangat senang dengan kegiatan seperti ini, karena ada rasa kebersamaan dalam masyarakat,” katanya.

Dengan tegas Bupati juga menyampaikan, agar masyarakat tetap menjaga persatuan antar sesama warga. Perhelatan sengit dalam pilkada yang lalu harus dilupakan sebagai salah satu proses berdemokrasi yang diakui Undang-Undang.

“Kita lupakan perbedaan pilihan yang dahulu,” tandas Firin, demikian ia akrab disapa.

Mulai berlakunya pemerintahan dalam lima tahun kedepan ungkap Firin, seluruh masyarakat sama di hadapan pemerintah. Bupati juga menyatakan, pemerintah telah siap melayani seluruh masyarakat tanpa terkecuali serta tidak ada kesan membeda-bedakan.

“Kami menginginkan adanya persatuan, jangan ada persepsi kita berbeda karena pilihan kita terdahulu. Sekarang, kami adalah pemimpin bagi seluruh masyarakat KSB, bukan pemimpin kelompok tertentu,” terangnya.

Bupati pun berjanji akan memenuhi kebutuhan masyarakat KSB selama pemerintahannya. Dirinya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mulai menata diri dan fokus membangun Kabupaten Sumbawa Barat dengan kemampuan masing-masing. Tentunya lanjut Firin, setiap pelaksanaan kegiatan apapun yang berhubungan dengan kemajuan daerah, harus dengan penuh keikhlasan, kejujuran dan sungguh-sungguh.

“Mari kita menata diri, pemerintah dan masyarakat harus bekerja dengan penuh keikhlasan, kejujuran dan bersungguh-sungguh,” cetusnya.

Pemerintah juga menjamin kebutuhan sarana dan prasana yang memadai bagi petani, pedagang, nelayan, masyarakat kurang mampu, masyarakat jompo, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan upaya pembangunan daerah.

“Dengan niat yang baik, insya Allah kami siap melayani masyarakat,” ujarnya.

Firin menambahkan, seluruh pelaksanaan pembangunan yang dimulai dari elemen masyarakat bawah, akan berimbas pada peningkatan ekonomi dan daya beli masyarakat. Dengan demikian, pemerintah optimis dalam waktu 4 sampai 5 tahun kedepan tingkat kemiskinan di KSB akan berkurang.

“Harapan kami kedepan, daya beli masyarakat meningkat,” demikian Firin. (krom/ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

One thought on ““Sedekah Lang” Moment Satukan Perbedaan

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Brang Ene, KOBAR - Tidak adanya informasi yang jelas mengenai status keberadaan proyek galian C yang…