Sumbawa Barat Darurat Narkoba

BNN: Kasus Narkoba Meningkat Tajam, 38 Pecandu Telah Direhabilitasi

Taliwang, KOBAR – Status siaga I terhadap bahaya dan peredaran Narkoba yang semakin mengkhawatirkan, hendaknya bukan slogan semata. Bagaimana tidak, peredaran barang haram tersebut semakin tak terbendung di seluruh pelosok tanah air termasuk di Bumi Berperadaban Fitrah ini. Menyasar seluruh lapisan masyarakat, penjahat penebar Narkoba membidik remaja produktif untuk dijadikan budaknya. Barang terlarang ini pun terus menyebar tanpa ampun. Penyebaran semakin masif karena pemberantasan baru sampai tahap mengkrangkeng pemakainya saja. Padahal bandar besar yang selama ini menjadi biang kerok, bebas melanglang buana tanpa kontrol.

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa Barat, melalui Kepala Bidang Pencegahan, Zakariah, menyatakan, jumlah kasus peredaran Narkoba di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) cendrung naik setiap tahunnya. Tahun 2015 lalu saja, lembaga anti Narkoba ini telah merehabilitasi sedikitnya 38 pecandu narkoba.

“Di KSB, peredaran Narkoba memang cendrung naik,” ungkapnya.

Perhatian khusus BNN saat ini menurut Zakariah, lebih kepada sasaran pengedar di sekolah-sekolah. Kemasan barang memabukkan itupun dikemas sedemikian rupa sehingga kadang sulit dikenali. Ini menjadi dasar pihaknya mengutamakan sosialisasi bertahap ke setiap sekolah, mulai SD, SMP hingga SMA.

“Sekarang ini, peredaran sudah merambah ke sekolah-sekolah, sehingga kami fokus sosialisasi ke ranah pendidikan,” terang Zakariah.

Khusus Sekolah Dasar (SD) lanjut Zakariah, sosialisasi lebih dititikberatkan pada peran guru. Dalam hal ini, guru berperan aktif menyampaikan secara kontinyu tentang bahaya laten Narkoba.

“Sedangkan untuk SMP dan SMA, sosialisasinya langsung melibatkn para siswa,” katanya.

Diakui Zakariah, upaya pemberantasan Narkoba di KSB baru pada tahap penggencaran sosialisasi. Penindakan dalam bentuk pemberantasan memang belum optimal mengingat bidang vital BNN seperti Bidang Pemberantasan masih kosong. Sehingga upaya penyidikan oleh BNN sendiri belum bisa dilakukan.

Pihaknya kata Zakariah, telah beberapa kali meminta tenaga Penyidik dari Kepolisian Daerah (Polda) NTB, namun sampai saat ini belum ada jawaban.

“Memang sampai saat ini bidang Pemberantasan masih kosong. Kami pun telah bersurat ke Polda agar ini segera ditindaklanjuti untuk mempermudah pekerjaan kami dalam pemberantasan tadi,” pungkasnya. (krom/ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
“Honorer Pun Akan Diperhatikan, Tapi Dana Aspirasi Tetap Dialihkan” Taliwang, KOBAR - Pegawai Negeri Sipil (PNS)…