Karyawan Newmont Batal Mogok

Taliwang, KOBAR – Rencana mogok kerja karyawan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) pada Rabu 25/3, batal digelar, dikarenakan adanya kesepakatan perpanjangan perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang dicapai dalam pertemuan antara tim perunding perusahaan dengan tim perunding pekerja yang juga dihadiri pihak pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan komisi I DPRD KSB.

Kepastian batal mogok kerja itu sendiri tertuang dalam surat bernomor 020/TPSP-PKB/PTNNT/III/2015 tentang pembatalan mogok kerja. Surat yang ditandatangani PUK KEP SPSI PTNNT dan PUK SPAT Samawa PTNNT itu ditujukan kepada presiden direktur PTNNT dan kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) dengan ditembuskan kepada Bupati KSB.

Ada dua hal penting yang menjadi poin sehingga rencana mogok kerja itu batal digelar, yaitu, kedua belah pihak sepakat untuk memulai pembicaraan mengenai tata tertib perpanjangan ketiga perundingan PKB PTNNT untuk periode 2015-2016 mulai pada 25 Maret (hari ini, red) bertempat di lokasi kerja batu hijau dan kedua pihak juga sepakat untuk memulai perundingan PKB pada satu hari kerja setelah tata tertib perpanjangan ketiga telah ditanda tangani para pihak.

Sehari sebelumnya, telah menyebar Selebaran yang berisi 7 tuntutan karyawan PTNNT. Pertama, peningkatan kesejahteraan pekerja dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2015-2016 dikarenakan arus kas positif perusahaan sebesar kurang dari 2 persen dari keuntungan bersih perusahaan.

Kedua, pelaksanaan PKB dengan konsisten sesuai amanat Undang-undang, yang selama ini dilanggar oleh PTNNT khususnya terkait penerapan pelaksanaan pembayaran tunjangan pengganti fasilitas akomodasi perusahaan (OLA), General Increase (GI), Merrit Increasi (MI) untuk pekerjaan staf dan lainnya.

Ketiga, pembayaran kekurangan jam kerja lembur sejak terbitnya surat penetapan pegawai pengawas ketenagakerjaan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sampai dengan periode Desember 2014.

Keempat, pembayaran selisih kekurangan premi iuran jamsostek/BPJS ketenagakerjaan berdasarkan take home pay dan bukan berdasarkan gaji pokok. Kelima, pelaksanaan peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) nomor 09/MEN/VII/2010 tentang operator dan petugas pesawat angkat dan angkut.

Keenam, bonus 800 persen untuk pekerja dengan menghapus beberapa parameter yang ditetapkan secara sepihak. Dan ketujuh, disetujuinya tabel pesangon yang lebih baik sebagai bentuk penghargaan perusahaan atas kontribusi pekerja dalam membangun perusahaan.

Informasi yang dihimpun media ini, aksi mogok itu akan terwujud, jika sampai penghujung selasa atau tepat pukul 00 Rabu 25/3 tidak ditemukan penyelesaian atau kesepahaman atas perundingan PKB. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang menelan…