Gencar Promosikan Batu Akik KSB, KBP Siap Go Internasional

Taliwang, KOBAR – Komunitas Batu Permata (KBP) yang berada di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah aktif mengikuti event pameran batu nasional di Jakarta beberapa waktu lalu. Pada kesempatan itu, KBP-KSB memamerkan sejumlah batu akik lokal yang dianggap bisa bersaing dengan batu akik dari berbagai daerah yang sudah terkenal selama ini.

KBP KSB juga berencana akan mengikuti event internasional yang akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang, termasuk akan mengikuti event nasional yang akan dilaksanakan di Semarang pada 26-28 Februari mendatang. Dan terus akan berpartisipasi pada event serupa di Solo pada 6-8 Maret, kemudian siap ikut serta Inacraft pada 22-26 April di Jakarta, serta event yang akan dilaksanakan di Denpasar Bali pada 6-8 Mei.

Ketua KBP KSB, Alwan Wijaya, kepada media ini menegaskan, pada prinsipnya pihaknya siap untuk mengikuti seluruh event itu untuk mempromosikan batu akik yang menjadi potensi milik Bumi Pariri Lema Bariri, namun partisipasi itu akan bisa maksimal diikuti jika mendapat dukungan dari berbagai pihak, terlebih pemerintah KSB. “Event yang pernah kami ikuti selama ini, tanpa kontribusi pemerintah. Padahal kegiatan promosi seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah,” tuturnya.

Diingatkan Alwan, KSB memiliki potensi batu yang bisa bersaing dengan batu permata yang sudah tenar dan berharga mahal di pasaran saat ini, hanya saja tidak pernah dilakukan promosi, bahkan pihaknya menemukan bahwa batu yang diklaim pada pasaran nasional itu sendiri ada batu akik yang berasal dari KSB, tetapi untuk mendongkrak harga, para pemain batu tidak menyebut batu dari KSB, namun lebih menyebut batu dari kalimantan.

Untuk membuka ruang pasar batu yang berada di KSB, langkah yang harus dilakukan pemerintah dan para pencinta batu adalah memamerkan batu sampai ketingkat internasional. Namun sebelumnya harus ada kesepakatan bersama juga tentang nama batu itu sendiri, sementara realitas yang ada saat ini, kita masih menyebut batu bacan, batu giok, batu kalimaya dan berbagai nama batu lain yang tidak memunculkan nama KSB, jadi perlu ada intervensi pemerintah dalam menetapkan nama batu, termasuk kontribusi dana untuk promosi.

Pada kesempatan wawancara dengan media ini, Alwan mengaku bahwa pihaknya saat mengikuti event nasional beberapa waktu lalu, telah mempromosikan batu mone KSB. Batu tersebut mirip dengan batu bacan, baik warna maupun kekerasan, termasuk batu Tiu Karen, dimana batu tersebut mirip dengan batu sungai dareh Aceh. “Di KSB tidak ada batu bacan, tetapi yang ada batu Mone KSB dan tidak ada batu sungai dareh, tetapi yang ada batu Tiu Karen,” tegasnya.

Kenapa pihak KBP saat mengikuti event nasional menyebut nama batu Mone KSB?. Untuk diketahui bersama bahwa jenis batu yang mirip dengan bacan itu berada di sekitar sungai Mone Sekongkang, sehingga ditetapkan sebagai nama batu tersebut. “Jika kita menyebut batu hijau itu adalah batu bacan, maka akan indentik dengan Pulau Kasiruta Kabupaten Halmahera Provinsi Maluku Utara, sehingga KSB tidak dikenal sebagai pemilik potensi tersebut,” timpalnya.

Alwan tidak membantah jika untuk dijadikan bisnis, batu hijau yang saat ini telah diberi nama batu mone KSB, kalau ingin terjual mahal, tinggal menyebut bahwa batu tersebut adalah batu bacan Pulau Kasiruta Kabupaten Halmahera Provinsi Maluku Utara, karena tidak mungkin kita menyebut bahwa batu itu adalah batu bacan dari KSB. “Pembeli nasional hanya tahu bahwa batu bacan tidak berada di daerah lain, karena memang sudah identik. Sehingga kita bersama mesti sepakat menyebut nama batu tersebut dengan batu mone, dan berjuang bersama melakukan promosi, maka dengan sendirinya para pembeli dan kolektor nasional akan mencari batu tersebut, sehingga para penambang kita bisa lebih semangat melakukan aktifitasnya,” urainya lagi.

Satu hal yang perlu disadari bersama, jika batu akik lokal yang ada saat ini tidak bisa tembus pasar nasional, maka dalam waktu tidak terlalu lama, aktifitas perbatuan akan berhenti, lantaran pembelinya hanya dari kalangan kita sendiri. “Kita butuh memancing para kolektor untuk datang ke KSB mencari batu unggulan kita, namun mereka juga harus tahu dulu bahwa KSB memiliki potensi batu akik yang tidak kalah dengan daerah lain,” tandasnya. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR  - Kejaksaan Negeri Sumbawa Besar kembali melayangkan surat panggilan terhadap beberapa orang pejabat di…