Bupati Setujui Pembangunan Pasar Modern di KSB

Taliwang, KOBAR – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr KH Zulkifli Muhadli, SH, MM, saat rapat koordinasi dengan melibatkan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menyampaikan persetujuannya untuk pembangunan pasar modern. Rekomendasi untuk pembangunan pasar modern tidak berlaku di seluruh Bumi Pariri Lema Bariri, tetapi hanya untuk kecamatan Maluk dan Kecamatan Poto Tano.

Alasan yang mendasari diberikan rekomendasi terhadap kecamatan Maluk adalah, Maluk merupakan kecamatan atau wilayah industri. Para pekerja tambang dan keluarganya yang harus diakui membutuhkan kenyamanan dan kemudahan selama 24 jam dalam berbelanja. Terlebih saat ini, pemerintah bersama dengan PTNNT sedang mengusahakan agar para karyawan bisa lebih lama tinggal di KSB, dimana ada proposal perubahan pertukaran kerja dari sistem kerja 4-4 menjadi 6-2.

Disampaikan Kyai Zul sapaan akrabnya, saat ini banyak karyawan yang datang bekerja di KSB, tetapi tidak tinggal atau menetap. Hal itu menimbulkan bias secara ekonomi yang sangat tinggi. Padahal seharusnya, kehadiran karyawan yang mencari rezeki di Tambang Batu Hijau, bisa memberikan kontribusi maksimal bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.

“Pemerintah mendorong agar pasar modern bisa menjadi salah satu fasilitas dan daya tarik bagi karyawan tambang dan keluarganya di KSB. Selain itu, pemerintah juga melakukan ikhtiar untuk membenahi objek wisata seperti Pantai Maluk, Sekongkang, Jelengah, Balad, dan Danau Lebo untuk menambah daya tarik,” bebernya.

Rekomendasi juga diberikan untuk wilayah kecamatan Poto Tano yang dinilai memiliki wilayah strategis karena dekat dengan lintasan jalan raya menuju Kabupaten Sumbawa. Daerah itu sendiri bisa menjadi tempat transit yang nyaman selama 24 jam bagi para pengendara atau penumpang bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Selain itu, keberadaannya bisa memicu pertumbuhan ekonomi di sekitarnya, termasuk singkron dengan rencana pemerintah untuk membangun terminal transit di sekitar Pelabuhan Poto Tano.

Sedangkan untuk 6 kecamatan lainnya, Bupati tidak merekomendasikan munculnya pasar modern, dan memberikan kesempatan luas kepada para pedagang lokal. Harapannya, masyarakat bisa menerapkan pelayanan maksimal seperti yang dilakukan pasar modern. “Kondisi ini sudah terjadi di Taliwang misalnya, ada beberapa mart yang pelayanannya hampir mirip dengan pasar modern,” terangnya.

Terkait dengan adanya tanggapan miring dari para pedagang lokal di Maluk dan Poto Tano, pemerintah justru ingin melindungi kelompok lokal. Untuk diketahui, bahwa harga barang di pasar modern, seperti Alfamart atau Indomaret justru lebih mahal dibandingkan dengan pedagang lokal. Namun, yang harus dilihat, dengan adanya pasar modern, akan terbuka kemungkinan kerjasama pedagang lokal melalui souvenir ataupun makanan oleh-oleh, yang bisa didistribusikan melalui pasar modern, sehingga hal ini tidak perlu menjadi kekhawatiran. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Harga jual semen di pasaran Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) belum stabil, bahkan cenderung…