Kasus Trakindo Dikembalikan Ke PHI

Taliwang, KOBAR – Perselisihan antara managemen PT Trakindo Utama dengan 37 eks karyawannya belum berakhir, meskipun pertemuan antara dua pihak yang menghadirkan sejumlah pihak, seperti Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertran), Komisi I DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan managemen PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) sudah pernah dilaksanakan, namun kata sepakat yang diharapkan tidak tercapai.

Pertemuan yang digelar pada Senin 8/12 beberapa waktu lalu di admin I Benete merupakan pertemuan yang dimediasi untuk kali terakhir. Pertemuan itu sendiri kembali deadlock atau antar pihak yang berkonflik tetap bertahan pada pernyataan sejak awal konflik itu sendiri, sehingga persoalan itu sendiri akan dikembalikan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) untuk diselesaikan secara hukum.

Kabid HI dan pengawasan tenaga kerja pada Disosnakertrans, Drs Zainuddin MM yang dikonfirmasi media ini mengingatkan, pada pertemuan terakhir itu sendiri ada kesepakatan yang tertuang dalam notulen rapat, dimana ada salah satu poin yang mengatakan bahwa penyelesaian akan dilanjutkan melalui PHI jika pada pertemuan yang digelar itu menemui jalan buntu.

Diingatkan Zainuddin, redaksional yang tertuang dalam notulen itu adalah, jika tidak ada kesepakatan terhadap penyelesaian perselisihan, maka pihak pekerja akan melanjutkan permasalahan sesuai ketentuan Undang-undang (UU) nomor 2 tahun 2004 tentang penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan tidak ada kewajiban PT Trakindo Utama untuk melanjutkan proses rekrutmen terhadap 37 eks karyawan tersebut. “Saya rasa persoalan itu sudah jelas lanjutannya,” ucap Ude sapaan akrabnya saat didampingi Tohirudin SH selaku kasi hubungan industrial.

Pada kesempatan itu Ude juga mengatakan, kasus antara perusahaan dengan 37 eks karyawan sebenarnya sudah diserahkan kepada PHI, namun dihentikan prosesnya lantaran ada upaya yang akan ditempuh DPRD KSB untuk menyelesaikannya, namun kenyataannya sampai saat ini apa yang hendak dicapai belum juga ada, jadi untuk segera menyelesaikan konflik itu, kasusnya dikembalikan pada prosesnya.

Menyinggung soal ada pertemuan lanjutan yang akan dilaksanakan antara pihak managemen PT Trakindo dengan 37 eks karyawan yang dimediasi serikat pekerja, Ude tidak ingin memberikan komentar, karena proses itu sudah diluar kepentingan dan kewenangan pemerintah. “Silakan dilaksanakan pertemuan itu dan saya hanya berharap ada kesimpulan akhir, dimana dua pihak bisa menyepakati dan kasusnya bisa tuntas,” tukasnya.

Pada kasus itu sendiri, Ude mengaku sangat obyektif atau tidak memberikan dukungan apapun, termasuk tidak mendesak pihak eks karyawan untuk melanjutkan melalui jalur hukum atau mencabut gugatan itu, namun yang paling penting diharapkan, persoalan tenaga kerja termasuk yang melilit eks karyawan PT Trakindo bisa tuntas. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Pengembangan obyek wisata Sebatik di Desa Kertasari yang akan dilakukan PT Wirata Karya…