PPK Pesimis Rumah Adat Bisa Selesai

Taliwang, KOBAR – Kontrak pembangunan rumah adat berakhir pada pekan mendatang atau pada 23/12, sementara kondisi terbaru di lokasi pembangunan hanya terlihat pondasi untuk tiang penyangga yang ada, sedangkan material rumah adat yang akan dibangun belum juga terlihat, sehingga sangat pesimis bisa rampung.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan rumah adat, Yahya Soud SPd, MM yang ditemui media ini dalam ruang kerjanya senin 15/12 kemarin mengakui jika progress pembangunan di lokasi masih sangat minim dan mengakui sangat pesimis bisa rampung, mengingat waktu pekerjaan tinggal seminggu lagi. “Saya memang saat ini pesimis bisa rampung,” akunya.

Masih keterangan Yahya, informasi terbaru yang dia terima, bahwa material rakitan rumah adat yang dikerjakan rekanan di Surabaya dan Semarang sudah diangkut menuju Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Jika material yang diangkut adalah seluruh material yang dibutuhkan, maka bisa saja pembangunan bisa rampung sesuai jadwal atau tepat waktu sesuai kontrak.

Pada kesempatan itu Yahya juga menyampaikan bahwa pekerjaan pembangunan rumah adat memang tergolong berat, dimana tiang yang akan dipergunakan adalah kayu khusus yang sulit bahkan tidak ada di KSB, dimana berdiameter 3,5 Cm dengan ketinggian 7 meter. Jumlah tiang yang harus ada sebanyak 77 buah, sehingga pekerjaan pembangunan rumah adat seharusnya butuh waktu yang tidak sedikit.

Melihat pekerjaan yang cukup berat itu, maka waktu pengerjaannya pun seharusnya lebih lama, tetapi sampai saat ini belum ada permohonan dari rekanan untuk melakukan addendum waktu, sehingga diyakini bahwa rekanan bisa merampungkan pekerjaan, apalagi hasil survey yang dilakukan konsultan dan Pejabat Pelaksana Tekhnis Pekerjaan (PPTK) di Surabaya dan Semarang yang menjadi lokasi workshop atau tempat perakitan pekerjaan, melihat ada aktifitas. “Sampai saat ini belum ada permohonan addendum waktu pekerjaan,” tandasnya.

Yahya juga berjanji jika dalam waktu dekat akan kembali melayangkan surat teguran dan surat permintaan pernyataan kepada rekanan terkait dengan penyelesaian pekerjaan, karena sampai saat ini di lokasi pembangunan rumah adat belum ada proses pekerjaan lanjutan yang bisa memberikan keyakinan bahwa pekerjaan itu akan rampung.

Konsekuensi dari pekerjaan proyek, jika rekanan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan, maka pemerintah bisa mengambil tindakan dengan pemutusan kontrak kerja, karena secara normatif, pekerjaan harus rampung pada waktu yang ditetapkan dalam kontrak. Jadi kita tunggu saja apa sikap pemerintah terhadap rekanan pekerjaan rumah adat, termasuk menunggu sampai batas waktu, apakah akan ada pekerjaan pembangunan atau hanya pembangunan pondasi penyangga tiang rumah adat saja, seperti yang terlihat sekarang ini. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

2 thoughts on “PPK Pesimis Rumah Adat Bisa Selesai

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Polres Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus menggenjot penanganan dugaan kasus korupsi anggaran Kas…