Harga Beras Meroket, Warga Miskin Minta Pemerintah Gelar Pasar Murah

Taliwang, KOBAR – Dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi cukup dirasakan masyarakat miskin. Harga bahan pokok seperti beras sudah menembus angka Rp 11.000 perkilo. Hal ini membuat masyarakat miskin semakin terpuruk.

Suriah, salah seorang warga kurang mampu di Kecamatan Taliwang mengaku cukup kesulitan untuk  memenuhi kebutuhan hidup sehari harinya, akibat tingginya harga jual bahan pokok terutama beras.

Janda jompo yang hidup sebatangkara sejak ditinggal mati suaminya puluhan tahun lalu itu hanya pasrah dengan keadaan. Pasalnya, diusianya yang sudah senja ini, dia sudah tidak mampu lagi bekerja sebagaimana layaknya orang lain. “Kalau tidak ada uang untuk beli beras, saya mau puasa aja,” ungkapnya sembari meneteskan air mata.

Suriah mengakui jika dirinya mendapatkan bantuan dari pemerintah yang diambilkan dari kompensasi BBM, namun uang sebesar Rp. 400 ribu itu dinilai tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun dirinya tetap bersyukur dapat bantuan, tetapi akan lebih terbantukan jika pemerintah melaksanakan program yang membuat masyarakat miskin bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari harga pasaran.

Sementara Sumarni, warga kuang, mengatakan, tingginya harga bahan pokok tersebut sebenarnya bisa ditekan oleh pemerintah dengan melakukan Operasi Pasar Murah (OPM), karena dengan cara itu akan membantu masyarakat miskin untuk mendapatkan bahan pokok kebutuhan dengan harga jauh lebih murah dari harga pasar. “Kami berharap pemerintah menggelar OPM guna menekan harga sembako, terutama harga jual beras,” harapnya. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Potensi pengembangan rumput laut di perairan Desa Kertasari cukup menjanjikan, bahkan sudah dirasakan…