Warga Keluhkan Lambannya Pemerintah Sosialisasikan Rencana Pembangunan Smelter Mangan

Jereweh, KOBAR – Rencana pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk menetapkan Dusun Jelengah Desa Beru sebagai tempat pembangunan smelter (pengolahan) mangan sudah didengar oleh masyarakat, namun sampai saat ini belum ada sosialisasi, baik dari pemerintah maupun pihak perusahaan sebagai penanggung jawab kegiatan.

Pada prinsipnya, rencana pemerintah itu mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah Desa setempat, hanya saja harus dilihat lokasi pembangunannya, karena kalau merugikan atau bakal merusak areal persawahan, ada kemungkinan akan ditolak oleh masyarakat, jadi untuk mengetahui titik lokasi yang akan dipergunakan sebagai tempat pembangunan smelter, warga menunggu sosialisasi.

“Kami harap pemerintah melalui Bappeda untuk melakukan sosialisasi lebih awal atau sebelum ada penetapan lokasinya, agar masyarakat mengetahui lebih dahulu tentang lokasinya, jangan sampai lokasi yang ditetapkan itu justru akan merugikan masyarakat nantinya, karena akan berimbas pada penolakan oleh masyarakat,” ucap M Syahril selaku Kades Beru kecamatan Jereweh kepada media ini kemarin.

Masih keterangan Syahril, pertanyaan masyarakat yang muncul saat ini selain mengenai lokasi, juga masalah limbah yang dihasilkan dari beroperasinya mesin smelter yang dimaksud, karena di lokasi yang direncanakan awal, yaitu Tiu Teleku cukup berdekatan dengan areal persawahan milik masyarakat. “Intinya pemerintah segera melakukan sosialisasi tentang rencana lokasi, termasuk tekhnis pengoperasiannya, karena masyarakat ingin mendapatkan informasi detail, terutama masalah limbah yang dihasilkan nantinya,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu Syahril meminta kepada pemerintah untuk tidak berspekulasi atau langsung menetapkan lokasi pembangunan smelter sebelum melakukan sosialisasi sekaligus mencari dukungan masyarakat, agar program pengembangan investasi yang sedang ditingkatkan pemerintah tidak terkendala dengan adanya penolakan oleh masyarakat. “Memang masyarakat Desa Beru, terutama Jelengah sebagai lokasi incaran sangat mendukung program pemerintah itu, jika itu berkontribusi bagi masyarakat bukan sebaliknya akan merugikan masyarakat,” timpalnya.

Syahril juga memberikan apresiasi kepada pemerintah yang berencana menetapkan kawasan pembangunan perusahaan di Desa Beru, karena banyak dampak positif yang akan dirasakan masyarakat, diantaranya, terbukanya lowongan pekerjaan bagi masyarakat setempat, memacu peningkatan ekonomi masyarakat, terlebih akan merubah akses menuju Dusun Jelenga nantinya dan yang paling penting akan mempercepat pembangunan.

Syahril juga membantah adanya isu bahwa rencana lokasi pembangunan perusahaan smelter berdekatan dengan lokasi yang telah ditetapkan sebagai Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob), karena memang diantara kedua lokasi itu cukup jauh jaraknya, jadi hal itu tidak akan menjadi kendala, namun yang paling penting saat ini adalah sosialisasi tentang lokasi dan limbah yang akan dihasilkan nanti apa tidak merusak lingkungan dan mengancam kehidupan masyarakat.

Harapan untuk dilakukan sosialisasi juga didukung oleh Firmansyah SPd, MM selaku Camat Jereweh. Menurutnya, masyarakat harus mendapatkan informasi akurat tentang perusahaan tersebut, agar mereka tidak terprovokasi dengan isu sehingga berujung pada penolakan terhadap kegiatan investasi itu. “Saya yakin pemerintah pasti akan melakukan sosialisasi, jadi kita tunggu saja kapan akan digelar sosialisasi tersebut,” tandasnya.

Sejumlah masyarakat yang berada di lokasi itu menegaskan, jika rencana pembangunan perusahaan smelter mangan akan diterima, selama keberadaan perusahaan itu menguntungkan bagi masyarakat setempat, dan akan menolak jika memang akan merugikan, jadi saat ini masyarakat masih menunggu keterangan resmi mengenai lokasi, termasuk bentuk kontribusi yang akan dirasakan masyarakat dengan adanya pembangunan perusahaan itu.  (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Saat media ini diundang berkunjung ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Taliwang,…