Newmont Siap Lakukan Pengapalan Pertama

Benete, KOBAR – Pasca diterima ijin ekspor dari pemerintah pusat, PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) siap melakukan pengapalan pertama. Rencananya akan dimulai pada minggu ini.

Presiden direktur PT. NNT, Martiono Hadianto melalui siaran pers menjelaskan, perusahaan saat ini tengah melakukan pemanggilan kembali karyawan yang sebelumnya sempat dirumahkan, selain karyawan PTNNT juga mulai menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan subkontraktor. Pemanggilan itu dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan guna menjalankan dan memelihara kegiatan operasi hingga mencapai tahap normal.

Meski kembali dipekerjakan, sebagai perusahaan yang mengedepankan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan, para pekerja itu diharuskan mengikuti pelatihan penyegaran keselamatan kerja. Proses penempatan kembali sesuai peran dan tanggung jawab pekerjaan akan berlangsung selama enam sampai delapan bulan depan.

“Kembali dimulainya kegiatan operasi tambang Batu Hijau merupakan sebuah hal penting dalam memulihkan mata pencaharian bagi lebih dari 8 ribu karyawan dan kontraktor di Batu Hijau dan para anggota keluarganya. Serta mendukung roda ekonomi Kabupaten Sumbawa Barat,” tandas Martiono Hadianto.

Martiono menjelaskan, dukungan yang diberikan karyawan selama ini menjadi bagian penting sehingga perusahaan tetap bertahan hingga saat ini. “Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan atas dukungan dan kesabaran yang telah diberikan selama masa sulit ini. Kami juga sangat menghargai Pemerintah yang senantiasa bekerja sama dengan PTNNT dalam menyelesaikan Nota Kesepahaman dan mengeluarkan izin ekspor,” tambahnya.

Pasca ditandatanganinya nota kesepahaman dan diterimanya izin ekspor, PTNNT lanjut Martiono bersedia untuk membayar bea keluar dengan ketentuan tarif yang telah ditetapkan dalam peraturan baru yang dikeluarkan pada Juli 2014, menyediakan jaminan keseriusan sebesar 25 juta dollar Amerika sebagai bentuk kesungguhan dalam mendukung pembangunan smelter, membayar royalti sebesar empat persen untuk tembaga, 3,75 persen untuk emas dan 3,25 persen untuk perak, serta membayar iuran tetap per hektar. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Setelah cukup lama tidak beroperasi, kapal KSB Ekspres kemungkinan akan mulai melayani pengangkutan…