Bupati KSB : Kontribusi Kayu Bintang Bano Masih Bisa Dikoreksi

Taliwang – Bupati KSB, Dr. KH. Zulkifli Muhadli SH MM menyampaikan, Kontribusi aktifitas penebangan kayu untuk kawasan pembangunan Bendungan Bintang Bano mungkin akan dilakukan revisi, lantaran masih dianggap terlalu kecil.  Rp 75 ribu tiap kubik untuk disetorkan ke kas daerah.

“Memang sangat kecil, namun saat ini kita masih mencari formulasi yang tepat, sehingga kontribusi yang akan dibebankan tidak merugikan pihak yang diberikan kepercayaan untuk melakukan aktifitas penebangan,” kata Zulkifli.

Menurut Bupati, dari laporan lisan yang diterima dirinya penetapan nilai kontribusi tersebut dilakukan menyusul pihak ketiga yang melakukan penebangan dikawasan bendungan tersebut tidak hanya melakukan penebangan kayu tapi juga memiliki kewajiban untuk mengeluarkan akar pohon termasuk juga membuat jalan masuk dalam kawasan tersebut.

“Penetapan tersebut disesuaikan dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang kontribusi. Jika mengacu dari perda tersebut tentunya memang sudah tidak ada dasar lain yang bisa dijadikan acuan untuk menetapkan nilai kontribusi tadi. Tapi ini mungkin masih bisa kita koreksi kalau memang tidak sesuai,” beber Bupati.

Seperti diketahui bahwa Penetapan kontribusi Rp 75 ribu dalam satu kubik kayu telah diikat dalam Momerandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani pemerintah KSB dengan pihak ketiga pengelola kayu di kawasan yang akan menjadi lokasi pembangunan bendungan Bintang Bano.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Amar Nurmansyah ST, ketika dikonfirmasi menjelaskan, bahwa kontribusi yang diterima itu merupakan kontribusi bersih secara keseluruhan setelah dipotong pajak, produksi dan biaya lainnya dari pihak ketiga yang ditunjuk pemda KSB sebagai pengelola.

“Dari nilai itu kita (pemda, red) tidak lagi harus mengeluarkan biaya lain-lain, seperti ada kawajiban pemda untuk mengalokasikan dana reboisasi itu semua sudah ditanggung pihak ketiga,” jelas PPK.

Menurutnya, bahwa nilai tersebut juga ditetapkan karena jenis kayu yang ditebang dalam kawasan proyek tidak semuanya memiliki nilai ekonomis tinggi.

“Nilai yang diterima pemda itu sudah kita perhitungkan dengan baik, apalagi kayu yang akan ditebang nanti tidak terlalu memiliki nilai ekonomis tinggi.” pungkas Amar. [rm]

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Orang mukmin yang kuat lebih baik dan disukai oleh Allah SWT daripada orang mukmin yang…